Senin, 29 November 2010

"See honey, pigeons were flying in pairs ...."




pigeons were flying in pairs. "That said - the last words spoken by ditelingaku when you go left. Leaving me in sorrow, loneliness, and a big question mark.

To this day even, I do not understand what is the reason to leave me alone. Perhaps more precisely which also dumped all the beautiful things for him.

But that day everything changed. I'm not finished her Belle. But the dark, because he and I have far exceeded the limit and forget about life.

Once again, I do not understand at all. Yes, maybe I'm one of those creatures of God who have never said hello.

I have known you a year ago, Since that day, we are friends. Over time, our friendship changed. I regard it as something that is reasonable, considering now I have a friend who may be practically in line with me.

Finally, we are more suited spelled as lovers. Where to go - which is always two, sometimes even we often hold hands and mutually supporting each other.

Initially, we knew what we were doing was something unusual. However, something unusual in the eyes of many it eventually becomes something that is fair even we used to do.

I'm very fond of him. Likewise with her. Sometimes, he's not reluctant - reluctant to spend time listening to kesahku complained. Providing solutions to all problems. Nature is also very caring. Almost every time I merge with it in a sigh and sweat pleasure for me he is very clever, in fact.

"Love is never wrong. But the expression of our love is wrong. But I realized that what we've been doing is something that violates nature.
Brow furrowed. How long has the word - this word was never out of my tongue. I turned around.

"See honey, pigeons were flying in pairs ...."
I looked at full strength


i dont know..
nov; 2010

about Internet of You and the world




The Internet today is a widespread information infrastructure, the initial prototype of what is often called the National (or Global or Galactic) Information Infrastructure. Its history is complex and involves many aspects – technological, organizational, and community. And its influence reaches not only to the technical fields of computer communications but throughout society as we move toward increasing use of online tools to accomplish electronic commerce, information acquisition, and community operations.

The origins of the Internet began when Russian state in 1957 (at that time called the USSR, Union of Soviet Socialist Republics) launched an artificial satellite called Sputnik. United States aware of the possibility of Russia to send nuclear missiles from the satellite. Therefore the U.S. to form ARPA (Advanced Research Projects Agency) to create a technology in warding off the possibility of a missile attack from Russia.

In 1962 the RAND Corporation commissioned by the U.S. Air Force to create a new technology in communication, communication technology, this concept is, the message must be made in the form of digital packets, each â € "each package must be sent independently, if the package failed messages sent to its destination, the sender must know will this case, the packet message should be able to send it back to other destinations. In 1972 ARPANET changed its name to DARPA (Devence Advanced Research Projects Agency) and in 1975 changed again into DARPANET since that time DARPA also functioned for the public as a business network.

------------------------------------------------------------------------------------


Hari ini internet merupakan infrastruktur informasi luas, prototipe awal dari apa yang sering disebut National (atau Global atau Galactic) Infrastruktur Informasi. Sejarahnya rumit dan melibatkan banyak aspek - teknologi, organisasi, dan masyarakat. Dan pengaruhnya mencapai tidak hanya untuk bidang teknik komunikasi komputer tetapi seluruh masyarakat kita bergerak ke arah meningkatnya penggunaan alat-alat online untuk mencapai perdagangan elektronik, perolehan informasi, dan operasi masyarakat.

Asal mula internet bermula ketika negara Rusia pada tahun 1957 (kala itu bernama USSR, Union of Soviet Socialist Republics) meluncurkan satelit buatan bernama Sputnik. Amerika Serikat menyadari akan kemungkinan Rusia untuk mengirimkan rudal nuklir dari satelite tersebut. Karenanya Amerika membentuk ARPA (Advance Research Projects Agency) untuk membuat sebuah teknologi dalam menangkal kemungkinan serangan rudal dari rusia.

Pada tahun 1962 the RAND Corporation ditugaskan oleh U.S. Air Force untuk membuat sebuah teknologi baru dalam komunikasi, konsep teknologi komunikasi ini adalah; pesan harus dibuat dalam bentuk paket digital, masing – masing paket tersebut haruslah dapat dikirimkan secara mandiri, jika paket pesan gagal dikirimkan ke tujuannya, maka pengirim harus tahu akan hal ini, paket pesan harus bisa di kirimkan kembali ke tujuan yang lain. Tahun 1972 ARPANET berubah nama menjadi DARPA (Devence Advance Research Projects Agency) dan tahun 1975 berubah lagi menjadi DARPANET karena saat itu DARPA juga difungsikan untuk publik sebagai bisnis jaringan.



novembre
2010

.

to fly 5

Until its wings become lazy fly
and back into the nest.
Small eared creatures
that prefer to sleep and
wait for the morning

Although it was afternoon and evening,
although always coming hurricane,
a group of pigeons would not go away
from the place of freedom.

They spend the time to joke
while scavenging the remains
of food people

2010


.

to fly 4

Pigeons distraught.
Then collapsed to the ground.
Could no longer flying,
chirping or singing,
except weep and moan


2010

.

to fly 3

you had to be free free
to fly to see him self
above the high heavens.

Because birds have become
spiritual proverb
to carry secret messages
into human language


2010


.

to fly 2

So, praise the name of your Lord
who has flown the birds cage
universe of suffering.

And the birds to be happy
in a real palace


nov
2010

.

to fly 1

I remember all
the names have been wonderful.

And I let go of all birds
that die from the cage restless


thats go
November 24
at 8:39am

.

If I Could Fly Like Birds




If I Could Fly Like Birds
Fly Height to Space
With a pair of wings so strong trained
Finding happiness in the upper sky
If I could fly ..

At nightI will approach the moon
to give a greeting with a smile
Because Wherever light up my night
I wish ..
I wish ..
and if I can fly ...
to get one free


November 24
at 8:42am

.

Sabtu, 06 November 2010

sang jantan dan sang betina




sang jantan membawa ranting kering
disulapnya jadi pensil
sang betina membawa pelepah kayu
disulapnya menjadi sehelai kecil
kertas putih seperti sepenuh putih
di tubuhnya..


pekalongan:
unikal/guci
2010



.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Merpati Tinggi Tangguh




1. Menyiapkan indukan; Pilih indukan merpati tinggi trah jawara yang umurnya sudah cukup dewasa ( diatas dua tahun ) Dan sesuai dengan selera , baik gaya terbang merpati tinggi maupun sifat-sifat keberaniannya /petarungnya Calon indukan merpati tinggi atau merpati kolongan ini harus diberi asupan yang cukup baik protein, karbohidrat dan mineral maupun vitaminnya.

2. Menyiapkan sarang; Sarang merpati tinggi sebaiknya dibuat kotak dan diberi alas yang cukup tebal dari bahan – bahan alami, seperti dahan pohon yang kecil-kecil, rumput- rumput kering, daun cemara dan lain –lain. Bahan- bahan ini ditaruh saling silang agar terdapat rongga udara dibawah telur hingga suplai O2 untuk metabolisme inti sel telur ( calon embrio ) terjamin dan sebagai alas telur merpati tinggi agar tetap lentur hingga telur merpati tinggi tidak pecah walaupun dibebani tubuh induknya. Bahan bahan alami ini masih mengandung energi yang hangat yang bisa membantu mempertahankan suhu sarang tetap hangat dan stabil hingga calon embrio merpati tinggi tumbuh dengan sempurna dan tidak mati.

3. Memilih telur; Ukuran telur merpati tinggi/ merpati tinggian / merpati kolongan tidak sama antara telur merpati tinggi yang satu dibandingkan dengan telur merpati tinggi / merpati tinggian lainnya, namun perlu diperhatikan telur merpati tinggi yang bagus tentu telur merpati tinggi yang lebih besar, hingga pertumbuhan embrio-nya bisa lebih maksimal .Kalau telur kecil material dan ruang untuk pertumbuhan embrio kurang maksimal, hingga anak merpati tinggi yang diharapkan menetas malah mati sebelum waktunya dan kalaupun menetas anakan yang dihasilkan setelah dilatih tidak sesuai dengan yang diharapkan.Isi telur terdiri dari dua warna yaitu putih telur (albumin) dan kuning telur.Telur dengan albumin lebih banyak/berat akan menghasilkan anak jantan. Biasanya telur merpati tinggi yang mengandung albumin lebih banyak / lebih berat berbentuk lebih lonjong dibandingkan dengan telur dengan volume sama dan mengandung albumin yang lebih sedikit/ringan.Cara mengukur yang mudah adalah dengan cara dimasukkan kedalam air dalam ember , telur yang tenggelam lebih dalam berati berat jenisnya lebih besar.Telur yang terbuahi akan terbentuk kuning telur yang berembrio ( ada inti sel telur ). Mudahnya bisa dilihat dengan cara telur ditaruh diatas bolam lampu yang dinyakan akan terlihat didalam kuning telur terdapat sebagian warna yang lebih pekat/gelap.

4. Menyiapkan pengasuh; Pengasuh merpati tinggi juga berperan besar dalam mewariskan sifat – sifat kepada anak merpati tinggi / merpati tinggian yang diasuhnya. Begitu telur menetas secara alamiah kelenjar – kelenjar tubuh /tembolok induk menghasilkan susu yang biasanya disebut dengan susu tembolok baik induk jantan maupun induk betinanya. Susu tembolok ini berperan besar dalam mempengaruhi pertumbuhan fisik dan mental anak-anak yang diasuhnya. Oleh karenanya pilih pengasuh yang masih saudara dari indukan yang akan diambil anaknnyaPengasuh merpati tinggian juga harus diberi asupan yang cukup baik protein, karbohidrat dan mineral maupun vitaminnya. Pengasuh merpati tinggian yang cerdas akan mengasilkan anak asuh yang cerdas pula.

5. Masa mengeram; Masa mengeram telur merpati tinggi / merpati tinggiaan rata – rata 16 hari sejak mulai dieramiSebelum mencapai 16 hari telur ini harus dikontrol pertumbuhan embrionya;

1. Masa eram 4 hari telur dicek pertumbuhan embrio-nya
dengan cara ditaruh diatas bolam lampu apakah sudah ada
guratan – guratan benang – benang darah dalam dinding telur.
Jika tidak ada berarti embrio tidak tumbuh, telur tidak jadi.

2. Masa eram 10 hari pertumbuhan embrio
sudah mendekati sempurna telur sudah hitam pekat
tinggal menyisakan sedikit rongga udara

3. Masa eram 14 – 15 hari anak merpati sudah
mulai mematok- matok dinding telur
untuk mencari jalan keluar, telur sudah mulai berlubang

4. Pada hari ke 16 anak merpati
sudah menemukan jalannya alias menetas.


merpati terbang tinggi
2010


.

Senin, 30 Agustus 2010

Melatih merpati piyik untuk tinggian




Berdasar pada pengalaman melatih piyik merpati itu sulit tetapi akan mudah jika kita menyenanginya. Pertama-tama anda telah mempunyai piyik dari terah tinggian yang cukup handal, tetapi tidak perlu dari terah terkenal karena banyak merpati dari terah biasa-biasa saja atau yang anda pelihara dapat menghasilkan anak dengan kualitas yang baik untuk tinggian. Tetapi untuk menjamin agar pelatihan tidak sia-sia, anda sebaiknya melatih piyik dari keturunan yang memang sudah diketahui ketinggian terbang dan cara menukiknya. Biasanya elar 4 sudah mulai bisa dilatih, jenis-jenis latihan yang umum dilakukan adalah:

1. Dilatih oleh burung yang sudah mapan.
2. Dilatih tanpa diterbangkan dengan burung lain.

1. Dilatih oleh burung merpati yang telah mapan.
Artinya burung tersebut akan direkayasa seperti si pelatihnya. Dengan ketinggian terbang yang cukup menurut anda maka seekor burung merpati dapat menjadi pelatih seekor piyik merpati. Sifat-sifat dari burung pelatih yang ideal:

* Tidak galak saat diterbangkan berpasangan.
* Akan selalu mengikuti kemana pasangannya terbang.
* Saat dilepas, langsung terbang mengintari tempat diterbangkan sampai pada ketinggian tertentu, baru menuju pulang.
* Sudah terlatih dengan jarak pendek atau jarak jauh dan dari berbagai arah.
* Dapat menukik 90 derajat atau maksimal 75 derajat.
* Tidak pernah turun kalau tidak dikelepek betinanya.

Memulai latihan.

Melatih piyik merpati tinggian akan lebih efektif dilatih oleh burung merpati tinggi yang sedang tidak giring. Karena burung pelatih tidak giring cenderung akan terbang lebih lama karena tidak sedang memikirkan betinanya. Sama halnya dilatih dengan burung yang sedang mengerami telur, sudah pasti burung pelatih ini akan langsung pulang karena ingin segera mengerami telurnya.

* Lakukan latihan teratur dengan memilih pelatih yang memenuhi syarat diatas. Setidaknya burung pelatih "dapat terbang mengintari tempat diterbangkan sampai pada ketinggian tertentu baru pulang" ini sudah cukup.
* Pilh waktu yang tepat, seperti pagi hari. Karena kalau sore hari burung yang dilatih ngadat alias tidak mau pulang, kita akan susah untuk menuntun pulang nya.
* Untuk keamanan sebaiknya membawa pelatih cadangan. Jika pelatih meninggalkan piyik, segera lepaskan pelatih kedua untuk menuntun piyik pulang.
* Jangan menambah jarak tempuh jika burung mulai kebingungan untuk pulang.
* Perlu diperhatikan jika piyik terlihat tahu jalan untuk pulang, anda harus ingat bahwa piyik tersebut dituntun oleh pelatih.
* Latihan dengan menggunakan pelatih tidak harus terus-menerus menggunakan pelatih, sekali-kali piyik perlu dicoba untuk diterbangkan sendiri. Terbangkan piyik mulai 50 meter dari kandang jika piyik tersebut pernah dicoba terbang dengan jarak 200 meter dengan pelatih.

2. Dilatih tanpa diterbangkan dengan burung merpati lain.
Artinya burung tersebut dilatih sendirian tanpa menggunakan burung lain sebagai penuntun. Ini akan memakan waktu yang lama dan hasilnya kurang memuaskan. Tetapi dalam beberapa hal bisa saja latihan sendirian bisa lebih baik. Ada beberapa cara melatih terbang sendiri antara lain:

* Dilatih bertahap dari mulai dilepas dari jarak 20 meter dari kandang latihan setiap pagi. Latihan ini cukup dilakukan 1 x sehari, karena burung yang tidak mempunyai pasangan akan sulit ditangkap untuk dilatih.
* Terbangkan dari berbagai arah seperti barat, timur, selatan, utara. Ini sangat penting karena setiap saat burung merpati dapat tersesat saat akan pulang. Dengan variasi arah penerbangan diharapkan merpati akan hapal betul daerah nya.
* Latihan bertahap dengan penambahan jarak kurang lebih 20 meter disetiap peningkatan jarak.
* Jangan menambah jarak jika burung yang dilatih terlihat mulai kebingungan untuk pulang. Jika ini terjadi maka burung harus dilatih ulang mulai dari setengah jarak terjauh yang pernah di tempuh.
* Untuk jarak lebih dari 200 meter sebaiknya anda membawa burung pelatih untuk petunjuk jalan. jika piyik tersebut mulai terlihat tersesat, segera lepaskan burung pelatih untuk menuntun piyik pulang. Dan usahakan dalam melatih untuk membawa burung yang sudah mapan.
* Sampai elar 2 biasanya piyik bisa dilatih sampai 5 km atau lebih.
* Dengan latihan yang rutin anda akan mendapatkan burung yang sesuai dengan harapan anda.

Catatan :

1. Elar 1 sebaiknya sudah mulai dicarikan jodohnya, karena dengan elar1 jika memang latihannya berhasil sudah bisa dianggap burung tersebut sudah jadi.

2. Burung tinggi jangan sekali-kali dikelepek jika memang tidak giring, kalau memang berniat diterbangkan biarkan saja dia turun sendiri tanpa dikelepek.

3. Jika bulu ujung sayap telah lepas, sebaiknya burung tersebut di istirahatkan atau biarkan kalau dia terbang untuk sekedar bermain disekitar kandangnya.

4. Berikan makan hanya sekali disore hari kecuali minum bisa sampai 5 x sehari. Dengan memberikan jadwal yang sesuai diharapkan anda tidak repot untuk memberi makan burung.

5. Dalam saat tertentu seperti terlihat banyak burung kecil seperti burung walet beterbangan, sebaiknya latihan tidak dilakukan karena menurut pengalaman setiap terlihat burung kecil beterbangan burung yang telah mapan pun bisa hilang.

6. Perhatikan jumlah latihan yang diberikan jangan berlebihan. Karena latihan berlanjut dan teratur adalah hal terbaik buat burung merpati. Setiap merpati mempunyai kelebihan dan kekurangan, anda harus faham dengan itu. Bagai mana cara memahaminya? jika anda perhatikan dengan baik setiap merpati peliharaan anda, anda akan faham dengan sendirinya.

http://www.000webhost.com/

Rabu, 30 Juni 2010

seberapa Jarak lepas merpati tinggi optimal ????




Lapak2 tinggian di Jakarta kurang lebih memakai jarak lepas diatas 5 km.
Kebanyakan 6 km bahkan ada yg sampai 7 km.

Kenapa harus dilepas sejauh itu sih..???
Soalnya dilakukan perhatian, dengan dilepas jarak 3-4km saja
burung sudah tinggi sekali dan hampir tidak terlihat.
Ditambah lagi ada aturan yg membatalkan lomba bila burung terbang rendah.

Dengan lepasan 3-4km, burung lebih mudah mencapai jarak terjauh di arena terbang. Kemungkinan hilang lebih kecil. Pemain lebih bersemangat. Biaya yg dibutuhkan juga lebih kecil krn tidak harus banyak2 beli burung dan bensin pelepas lebih irit.
Belum lagi dari sisi waktu perjalanan yg lebih singkat.

Karena banyak yangg telah mencapai jarak terbang terjauh di arenanya, maka akan banyak pula yg mendaftar lomba. Dgn demikian lomba jadi semakin meriah.

Bandingkan dgn jarak lepas 7 km. Burung banyak hilang. Latih sampai mentok relatif sangat lama. Pemain bosan menunggu. Ketinggian terbang-pun tidak menunjukan penambahan yg berarti. Bahkan cenderung sama saja dgn lepas 4 km.

Krn banyak yg hilang atau keburu mabung, peserta lomba sedikit sekali.
Di salah satu lapak besar di jakarta dgn jarak lepas 7 km, lomba hanya diikuti dibawah 20 ekor burung. Padahal kalau dilihat, burung yg ada dilapak tsb
jumlahnya ribuan ekor...!!!

Menurut saya sangat ironis dan menyedihkan sekali.

http://www.merpati.org/forum-burung-merpati/12-perawatan-pelatihan/1455-jarak-lepas-merpati-tinggi.html

Kamis, 29 April 2010

Katuranggan : Tulang Leher Merpati

A quote by Albert Einstein : We call it theory when we know much about something but nothing works, and practice when everything works but nobody knows why :; http://www.merpati.org/forum-burung-merpati/11-memilih-merpati-tinggi/7621-katuranggan--tulang-leher-merpati.html Di tulisan Bang Je (dalam thread: Test Feeling Anda Melalui Photo), ada disebut, bahwa milih merpati perlu diperhatikan (no. 14) : TULANG LEHER seperti apa ? Adakah rekan2 bersedia bercerita lebih jauh tentang tulang leher merpati ?

Bagaimana gambaran PRAKTEK lapangan saat memeriksa leher merpati, khususnya tentang hal-hal sbb, :
1. Tujuan dari memeriksa leher ?
2. Bagian dari leher yang diamati ? Apakah bentuk, panjang-pendek leher, atau cukup susunan tulang dan otot ?
3. Bagaimana cara mengamati ? Dan Kriteria yang dipakai untuk mengatakan merpati tsb berleher baik atau buruk ?

Pertanyaan di atas saya ajukan guna mengetahui, siapa tahu ada kecocokan dengan 'TEORI hubungan antara leher dengan penglihatan merpati saat terbang'.
Artinya:
Leher IKUT berpengaruh terhadap kestabilan terbang, kemampuan bermanuver, kemampuan menentukan jarak obyek, dll. Leher merpati ikut menentukan gaya turun, ketepatan mendarat, style terbang dan kecepatan terbang.

Atau .... ada alasan lain mengapa perlu melihat leher merpati ?

Jarak lepas merpati tinggi




Lapak2 tinggian di Jakarta kurang lebih memakai jarak lepas diatas 5 km. Kebanyakan 6 km bahkan ada yg sampai 7 km. Kenapa harus dilepas sejauh itu sih..??? Soalnya sy perhatikan, dgn dilepas 3-4km saja burung sudah tinggi ngelip. Ditambah lagi ada aturan yg membatalkan lomba bila burung terbang rendah. Dgn lepasan 3-4km, burung lebih mudah mentok. Kemungkinan hilang lebih kecil. Pemain lebih bersemangat. Biaya yg dibutuhkan juga lebih kecil krn tidak harus banyak2 beli burung dan bensin pelepas lebih irit. Belum lagi dari sisi waktu perjalanan yg lebih singkat.

Krn banyak yg mentok, maka akan banyak pula yg mendaftar lomba. Dgn demikian lomba jadi semakin meriah.Bandingkan dgn jarak lepas 7 km. Burung banyak hilang. Latih sampai mentok relatif sangat lama. Pemain bosan menunggu. Ketinggian terbang-pun tidak menunjukan penambahan yg berarti. Bahkan cenderung sama saja dgn lepas 4 km.
Krn banyak yg hilang atau keburu mabung, peserta lomba sedikit sekali. Di salah satu lapak besar di jakarta dgn jarak lepas 7 km, lomba 17an hanya diikuti dibawah 20 ekor burung. Padahal kalau dilihat, burung yg ada dilapak tsb jumlahnya ribuan ekor...!!! Menurut saya sangat ironis dan menyedihkan sekali. Buat yg main tinggian di Jakarta (diluar jakarta juga boleh), sukur2 ada pengurus lapak, mohon pendapat... Apa dasar penentuan lepasan sampai sangat jauh..??

menambah jarak lepasan ini bagian dari strategi kompetisi oran/kelompok tertentu agar persaingan tidak ketat (jumlah peserta sedikit). Karena kalau tujuan menambah jarak untuk menambah ketinggian saya kira tidak benar juga. Burung lepasan 3-4 km sama lepasan 6-7 km ketinggiannya relatif sama, tergantung burungnya juga. Bahkan kalau terlalu jauh bisa saja burung justru terbang pendek karena terlalu lelah.

Kalau tujuannya ingin main burung alus, ya cari trah yg terbangnya alus, bukan dengan menambah jarak. Sekarang kita kembalikan kepada para pengurus lapak tinggian, mau menyesuaikan dengan tuntutan komunitasnya. merpati saya dilepas terlalu jauh malahan jadi nggak kelihatan, jadi yang ngelepek bingung, karena cuman denger sayup-sayup suara sawangan... mesti nunggu muter-muter diatas dulu baru kelihatan merpatinya.

--------------------------------------------------------------------------

Di Jakarta yang lepasan iatas 5 Km hanya 2 lapak yaiti Pm dan Kemanggisan
selebihnya berfariasi dari 2,5 km sampai kurang dari 5Km. Pm lepasan +- 6.8 Km ukuran sepeda motor ( 5,7 GPS ada rekan yang Ukur),dengan variasi anggin potong dan dorong, benar apa yang dikatakan Admin dalam kejuaraan terbanyak 18 peserta karena terbentur jarak dan waktu sehingga sulit peserta banyak,dan lomba hanya dapat dilakukan pada hari saptu dan minggu,pada hari jumat biasa burung jarang gandeng sehingga ada pertandingan pada hari jumat ada yang lepas di kawasan ( beberapa kali).
Pm menjadi momo bagi burung burung luar jakarta sulit jadi kalaupun jadi mutunya menurun kecuali Dukati burung EX Jokja.

dengan lepasan mendekati +- 6,8 Km( 5,7 Km GPS) maka pada bulan bulan tertentu sangat sulit mentok karena anggin balik sekitar 3 sampai 4 bulan,semua ini pernah diutarakan oleh pemain pemain dan beberapa kali mencoba mencari lahan buru sampai sekaran belum terwujud . bla dibandingkan Di Pecenongan 4 sampai 4,5 Km burung tinggi tinggi ini tergantung burungnya.

Lapak kemanggisan.: Beberapa kali terjadi banyak perubahan dari kurang dari 3 km sampai pernah 6,2 Km Gps( 6,9 Km Sepeda motor) , mas Admin meminjamkan Gps Ke Adi Pragolo untuk mengukur arah dan Jarak di kemanggisan dan kemudaian dimundurkan menjadi 5,5 KM GPS, burung malah lebih nitik dan rata rata tinggi dibandingkan lepasan 6,2 km Gps.

Kenapa lepasan Dijauhkan ? : Para pemain tinggian mau menghilangkan burung pendek sehingga dibuat lepasan Jauh ,dari apa yang terjadi di Kemanggisan dimana burung burung Pendek ( Tidak disenangi) banyak beredar sebelum lepasan jauh setelah dijauhkan burung burung tersebut tidak kuat sehingga hilang dari peredaran karena bila ikut tinggi tidak turun atau datang terlalu pendek. dan Mutu burung terlihat jelas perbedaan kwalitasnya. Dalam kejuaraan peserta bisa 30 Peserta. Saya kira Lepasan Lapak kemanggisan dengan Dorong anggin burung datang ngemet dan tinggi ini terjadi waktu kemarau.

Lapak Bonbai .: Pernah 5,2 Gps dengan lokasi lepasan sebelah kiri,burung banyak datang dari kiri dan saya menyarankan Kepada ketua Bang Panggi supaya lepasan Dirubah ,dan ini terlaksanan setelah lomba dimana lepasan sekarang 4,8 KM GPS dengan lepasan titik tengah burung yang datang lebih ditengan dan ketinggian tidak ada pengaruh.

Kejuaraan diikuti 36 Peserta: Lapak Kayting cakung.: Sala satu lapak Faforit untuk bermain Tinggian mudah jauh dan dorong anngin dimana banyak pemain pemain pindah kesana,setelah lebaran lepasan mulai ditambah saya kurang jelas jaraknya dan diperkirakan +- 4,5 Km dan datang tinggi tinggi,ini menggingatkan Lapak Kemayoran ( PRJ) lepsasan dekat dengan jumlah lapak 50 an latih mudah. Di Kayting Latih mudah sehingga membutuhkan waktu yang cepat hanya 3 sampai 4 giringan pada lepasan Yang lama sudah mentok,bahkan ada 2 giringan bisa tanding . Kebanyakan menjaukan lepasan karean merasa kurang tinggi,menggusur burung pendek,datang burung belum enak.
Seperti Mas Admin katakan burung tinggi tetap tinggi malah kejauhan bisa tambah pendek,dan ada pemain yang mengatakan kemanggisan lepasan kurang jauh ,ini menunjukan egois Pribadi padahal bisa dikatakan Kemangggisan pada waktu yang lalu burung datang gremet dan tinggi.


saya belum paham, seolah-olah sudah menjadi ketentuan (hukum) bahwa semakin jauh burung dilepas, maka datangnya akan semakin tinggi. Saya kira asumsi ini perlu dikaji ulang karena asumsi ini mengabaikan fakta bahwa setiap burung punya karakter dan kemampuan terbang yang berbeda-beda. Tidak semua burung terbangnya akan semakin tinggi kalau jarak lepasan ditambah. Bisa juga sebaliknya.

Harusnya kita lebih fokus pada burungnya, bukan pada jarak lepasannya. Dan kita nggak perlu kuatir dengan burung yang terbangnya pendek, karena kalau nggak gandeng toh lomba batal. Selain itu, nanti juga akan terjadi seleksi bahwa burung yang terbangnya ngerobok, nilainya akan lebih rendah dari yang terbang nggremet. Bagaimanapun juga seleksi alam akan terjadi. Tapi kalau dikatakan: makin jauh jarak lepasan, resiko hilang makin besardan waktu latihan lebih lama,

semuanya memang karena adanya seleksi alam termasuk cara manusia mengakali orang yang mau rada curang, dengan cara :

1. dimana lapak tinggian tapi burung yang dipelihara burung semi balap (anakan balap dan tinggian). seperti pada lapak kebon kelapa (matraman)tahun 1990 an sampai 2000,(banyak teman teman saya yang ternakin burung balap dan tinggian untuk menghasilkan burung yang terbang tanggung tapi punya tembakan dari depan yang keras seperti burung balap) padahal dulu orang bener benar main burung tinggian yang mana burung turun jan 11 dan 12, semakin lama burung yang turun ke aduan burung yang terbangnya tanggung dan tembak dari depan (jam 9) sehingga burung yang turun jam 11 dan 12 tidak kebagian untuk menang,

2, pendek batal, tapi ini mempunyai kekurang standar ketinggian yang susah di tetapkan, sehingga banyak keributan..begitu lah pendapat saya, mohon koreksinya..
semua kemabli kemanusiannya, kalau memang tinggian yang peliharalah burung tinggian jangan burung semi balap



.

MERPATI TINGGIAN LAPAK BAMBU APUS




lapak-lapak di jakarta dan sekitarnya,semakin banyak pula penggemar burung merpati baik tinggi maupun balap,lapak Bambu Apus salah satunya. PPMTBA (Persatuan Pecinta Merpati Tinggi Bambu Apus) adalah lapak burung merpati yang dikategorikan sebagai lapak burung tinggian yang lebih ke sprint,yang terletak di daerah jakarta timur yang memiliki luas -+ 1 hektar membentang dengan 12 lapak berbentuk L. Dari segi pemain banyak dari kalangan pengemar merpati bambu apus yang domisilinya diluar daerah jakarta timur.Lomba-lomba yang diadakan di Lapak Bambu Apus ini pun bermacam-macam dari mulai mingguan,bulanan atau tahunan.

http://brotherxxxfai.blogspot.com/2009/07/merpati-tinggian-lapak-bambu-apus.html

Selasa, 23 Maret 2010

Hobi merpati, hobi gila

Indonesia dicap sebagai negara yang memiliki jumlah korban meninggal akibat flu burung tertinggi di dunia. Namun kenyataan ini tak membuat pencinta balap merpati meninggalkan hobinya. Bahkan kini, harga satu ekor merpati balap bisa mencapai Rp 500 juta. “Hobi merpati adalah hobi gila,” kata Kilmi, penggemar merpati aduan asal Surabaya, Jawa Timur, baru-baru ini.

Surabaya memang dikenal sebagai salah satu peternakan merpati balap di Jawa Timur selain Klaten, Solo, Madiun, Tuban, dan Gresik. Tak aneh bila jumlah pencinta dan klub merpati balap di daerah ini pun menjamur. Menurut salah seorang penggemar burung aduan, menjamurnya klub ini agar peraturan dalam pertandingan menjadi jelas. “Balap merpati bener-bener fair karena burung kelihatan satu lawan satu,” tambah Kilmi.

Adu merpati biasanya dibedakan menjadi dua: balap (dasaran) dan tinggian atau yang biasa disebut dhuwuran oleh pencinta burung asal Surabaya. Dalam sejumlah turnamen, pertandingan biasanya diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut. Sebagian besar dilaksanakan pada Jumat hingga Ahad.

Pertandingan hari pertama biasanya diisi dengan kelas sprint 500 meter yang dibagi beberapa seri. Seri tertinggi adalah kumpulan merpati super yang dinamakan seri perang bintang. Ketika burung memenangkan seri ini, biasanya banyak penggemar yang mulai melirik, tapi tanpa menawar.

Pada hari kedua, diselenggarakan seri galatama 1.000 meter. Lagi, yang menjadi partai menarik di seri ini adalah perang bintang. Jika merpati yang telah memenangkan seri sebelumnya dan menjuarai seri ini, dipastikan harganya naik lagi. Terakhir, jika kembali juara pada hari ketiga, dipastikan harga sang burung telah melebihi harga mobil. “Harga di atas seratus (juta rupiah) pasti di tangan,” ungkap Kilmi.

Menangkarkan dan memelihara merpati adu memang susah-susah gampang. Selain faktor hobi, pencinta merpati juga harus mengenal seluk beluk unggas yang mampu terbang sejauh 800 kilometer dengan kecepatan maksimal 72 Km/jam ini.

Yang terutama adalah faktor keturunan. Merpati aduan yang bagus biasanya berasal dari induk yang bagus pula. Salah satu cirinya adalah yang telah memenangkan pertandingan. Selain itu, faktor mental burung juga sangat menentukan dalam pertandingan selain kondisi fisik dan bulunya.

Selain itu, perawatan merpati juga harus telaten. Pakan utama merpati adalah jagung, sesekali bisa juga diberi kacang hijau atau beras merah. Sebagai tambahan, merpati adu biasanya diberi suplemen dan jamu seminggu sekali. Terakhir, kebersihan kandang harus dijaga karena kotoran merpati bisa menjadi bibit penyakit dan disemprot disinfektan secara rutin untuk membunuh virus flu burung.(YAN)

Tim Liputan 6 SCTV

http://omkicau.com/2009/04/08/hobi-merpati-hobi-gila/

Jenis pakan dan minuman agar merpati sehat dan giring keket

Kemampuan terbang merpati sangat tergantung pada kesehatannya. Kondisi kesehatan juga sangat tergantung dari pakan dan minuman yang diberikan kepada merpati. Pemberian pakan yang tepat, dengan demikian, sangat penting untuk diperhatikan.

Makanan yang diperlukan oleh burung datang dari dua sumber, yakni protein dan karbohidrat. Karbohidrat adalah persenyawaan karbon dan hidrogen, seperti pada gula, tepung kanji dan selulose. Protein sendiri merupakan persenyawaan yang mengandung unsur nitrogen, seperti yang ditemukan pada abumin, fibrin, dan caesin yang membentuk jaringan-jaringan pada burung.

Dengan mengetahui komposisinya, kita akan bisa memberikan pakan untuk burung berdasar mutunya dan bukan pada murah dan mahalnya harga. Banyak penghobi burung, termasuk merpati, yang mengorbankan mutu burung mereka dengan memberi pakan yang asal murah.

Sebenarnya mencampur pakan sendiri untuk burung bisa kita lakukan asal kita tahu tentang keperluan burung dan nilai gizi dari biji-bijian dan semua bahan yang kita pakai. Cara ini bahkan lebih baik, sebab kita dapat membuat campuran yang sesuai dengan keperluan burung.

Burung yang diternakkan akan memerlukan protein yang tinggi, burung yang dipertandingkan untuk terbang dalam jarak pendek akan memiliki kebutuhan protein yang berbeda dengan burung yang dipertandingkan dalam jarak jauh.

Begitu pula campuran makananan di musim kemarau berbeda dengan keperluan campuran pakan pada musim penghujan. Ada juga orang yang memberikan pakan dengan cara berbeda, tergantung kebiasaan dan tujuan khusus pemberian pakan dengan cara yang berbeda tersebut.

Hal yang perlu diperhatikan Untuk memilih bijian bagi merpati kita, adalah bijian tersebut benar-benar matang pohon dan kering. Penyakit mencret dan penyakit perut lainnya dapat terjadi karena burung memakan bijian yang belum matang. Kita bisa mengetahuinya dengan cara menggigit bijian itu, Biji yang baik akan terasa keras dan bila digigit akan pecah dalam butiran yang keras pula.

Selain itu makanan harus bebas dari kotoran dan debu. Pakan yang sudah dimakan ngengat, habis diacak-acak tikus dan binatang lain, jangan pernah diberikan kepada merpati kita.

Selain bijian, merpati juga memerlukan grit, yaitu campuran mineral, yang juga diperlukan bagi keberhasilan burung untuk terbang memenangkan pertandingan. Keperluan mineral merpati sangat tinggi. Selain sebagai sumber mineral, grit juga membantu burung menghancurkan bijian yang dimakannya, dan ini ditempatkan di empedal yang merupakan bagian terpenting dari merpati. Makanan dihancurkan di empedal dan di tempat inilah grit berfungsi sebagai alat pembantu. Grit juga membantu perkembangan burung-burung merpati muda, dan juga mencegah keluarnya telur lunak pada merpati yang sedang ditangkarkan.

Campuran grit yang baik terdiri dari:
45% kulit kerang yang dihancurkan dalam ukuran sedang
35% berupa pecahan-pecahan kecil batu gamping/kapur atau batu granit
10% pecahan kecil dari arang kayu (kayu-kayu yang keras)
5% tepung tulang
5% tepung kapur
4% garam
1% apa yang disebut venetian red

Memberikan pakan burung sebaiknya dilakukan dua kali sehari. Jangan sampai kekenyangan dan membuat gemuk, sebab kegemukan akan menyebabkan banyak masalah.

Air minum memegang pernanan penting. Burung dapat tahan tidak makan untuk beberapa hari tanpa tanda-tanda pengaruh buruk pada kesehatannya. Tetapi kalau burung tidak minum dalam 24 jam boleh jadi ada organ tubuh yang rusak.

Untuk menjaga kesehatan burung, disarankan mengganti air minumnya dua kali sehari agar burung selalu mendapatkan air yang tidak tercemar.

Minuman untuk rawatan harian

Berkaitan dengan pakan ini saya disarankan untuk pemberian vitamin dan mineral untuk memastikan merpati tidak mengalami avitaminosis (penyakit karena kekurangan vitamin tertentu) dan malnutrisi (penyakit karena kekurangan atau kesalahan pemberian mineral).

Salah satu multivitamin dan mineral yang bisa digunakan adalah BirdVit.
BirdVit adalah multivitamin dan multimineral dalam bentuk powder/ tepung khusus untuk burung, termasuk merpati.

Selain untuk pengobatan berbagai penyakit karena disefisiensi fungsi organ, BirdVirt juga MENJAGA KESEHATAN BURUNG AGAR SELALU PRIMA. BirdVit mengandung hampir semua vitamin dan mineral yang diperlukan merpati, seperti:
• Vitamin utama, yakni A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3.
• Zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D Pantothenate.
• Mineral utama seperti potasium chlorida, sodium chlorida, magnesium sulfate, mangan sulfate, iron sulfate, zinc sulfate, copper sulfate dan cobalt sulfate.

BirdVit dijual dalam beberapa kemasan dengan kemasan terkecil 25 gram dengan harga Rp. 25.000. Pemberian BirdVit dengan cara dilarutkan dalam air minum burung. Untuk merpati sakit, diberikan dengan dosis 2 gram untuk setiap 1 liter air, sementara untuk penggunaan harian (tanpa efek samping) 2 gram untuk 1,5 s/d 2 liter air. Informasi mengenai BirdVit, bisa diklik tulisan ini.

Minuman agar merpati giring keket

Sementara itu kalau penghobi merpati menghadapi masalah dengan burung yang sulit giring, disarankan digunakan PIGEON-VIT. Ya, giring yang lengket, keket yang punya gereget mutlak dipunyai pasangan merpati untuk lomba balap sprint. PIGEON VIT memastikan merpati giring, keket, hanya dalam waktu singkat. Sebab, Pigeon-Vit mengandung unsur-unsur vitamin dan mineral serta asam amino khusus untuk membangkitkan libido burung merpati. Untuk informasi mengenai PIGEON VIT bisa dilihat dalam tulisan ini.

Rawatan memasuki masa telur

Ketika merpati memang kita siapkan untuk segera mempunyai anakan, maka minumannya bisa kita tambahkan BirdMature (BMR). BirdMature adalah multivitamin dan multi mineral cair yang dilengkapi dengan suplemen lain yang lengkap dan seimbang disertai bahan aktif yang bermanfaat untuk kebutuhan utama asupan makan merpati induk dan merpati anakan/piyikan.

Fungsi utama BirdMature/BMR adalah meningkatkan fertilitas dan menormalkan fungsi reproduksi merpati, meningkatkan daya tahan tubuh piyikan, menormalkan sistem kekebalan tubuh piyikan serta menyempurnakan pertumbuhan bulu burung.

BirdMature/BMR sangat direkomendasikan untuk digunakan oleh para penangkar sehingga mencapai produksi merpati yang optimal, menjaga kesehatan indukan dan menstabilkan fungsi reproduksi burung.
Penggunaan BirdMature/BMR adalah diteteskan langsung ke paruh burung-burung indukan atau calon indukan (khususnya untuk burung-burung pemakan biji).

Untuk merpati, BirdMature bisa digunakan antara 4-7 tetes (untuk jantan dan betina), dan diberikan sehari sekali selama merpati betina kita siapkan untuk bertelur. Informasi mengenai BirdMature, bisa diklik pada tulisan ini.

Demikian sedikit catatan untuk pemberian pakan dan minum untuk merpati.

http://omkicau.com/2010/01/14/jenis-pakan-dan-minuman-agar-merpati-sehat-dan-giring-keket/#more-7435
Salam.

Penyakit burung merpati dan penanganannya

Burung merpati termasuk burung yang memiliki daya tahan tinggi terhadap penyakit. Namun hal itu jangan membuat kita terlena. Sebab, kita tidak perlu lagi khawatir jika kita memang sudah:

1. Menyediakan tempat teduh untuk merpati (pagupon/gupon-Jawa) yang kering, terang, ventilasi baik dan burung dapat pergi menghindari hembusan angin dari satu arah (graught).
2. Menyediakan tempat tinggal/berteduh yang tetap bersih.
3. Memberi makanan yang bermutu, bersih, bergisi seimbang.
4. Memberikan grit yang cukup dan seimbang mutunya.
5. Memberi air bersih yang terpisah dari air yang biasa untuk memandikan.

Penyakit umum merpati biasanya disebabkan oleh binatang kecil pengganggu yang menyebabkan burung terkena infeksi, atau juga virus atau bakteri atau infeksi yang disebabkannya.

Binatang pengganggu merpati umumnya adalah:

1. Kutu: Kutu merpati cukup besar untuk dilihat dengan mata telanjang. Berbeda dengan kutu burung kicauan, kutu pada merpati tidak menghisap darah tetapi hidup dengan memakan bulu dan sisik kulit merpati. Kehadirannya akan mengganggu jika cukup banyak (dan biasanya tidak kita sadari). Pada suhu udara panas, perkembangannya sangat cepat.
Untuk menjaga merpati bebas kutu seperti ini, gunakan saja FreshAves, obat anti parasit yang tidak berbahaya untuk merpati (tidak membuat keracunan).
Selain bisa digunakan untuk menyemprot burung, FreshAves juga perlu untuk membasmi semua parasit di lingkungan tempat tinggal merpati.

2. Tungau Merah: Tungau ini sama dengan tungau ayam. Berbeda dengan kutu, tungau ini sulit ditangani bila jumlahnya sudah banyak di badan burung. Burung ini hidup di celaj-celah kandang atau kotak sarang, dan keluar di malam hari hanya untuk mencari makan. Untuk mengatasinya, perlu dilakukan penyemrpotan kandang dan lingkungan merpati dengan FreshAves, baik secara disemprotkan maupun dengan ditabur di dasar sarang.

3. Lalat merpati: Lalat yang pernah ditemukan di AS bagian selatan ini lebih kecil ketimbang lalat yang biasa berkeliaran di rumah-rumah. Bukan hanya pengganggu, lalat ini juga membawa bibit penyakit. Dia suka bersembunyi di di antara bulu-bulu burung. Telur dan larva lalat ini ditempatkan di tepi sarang dan umumnya dipilih sarang yang masih ada anakannya. Penanganan atas lalat ini bisa kita gunakan pula FreshAves untuk disemprotkan di lingkungan merpati dan ditaburkan di dasar sarang.

Penyakit lain:
1. Kanker: Penyakit ini disebabkan protozoa dan umum ditemukan di merpati. Kebanyakan menjangkiti anak burung yang masih dalam sarang, meski juga banyak menyerang merpati dewasa.

Gejalanya, terdapat luka di mulut atau leher yang diliputi cairan kental putih kekuningan. Luka akan membesar dan akan menyebabkan kematian merpati.

Ada beberapa cara penyembuhan yang tergolong efektif sperti disampaikan Arie Soeseno dalam Memelihara dan Beternak Burung Merpati, yakni dengan menyapu luka dengan larutan yang terdiri dari 3 bagian glycerin dan 1 bagian jodium/iodine. Meski penyakit ini dapat diobati, tetapi jika tidak begitu berharga maka sebaiknya burung yang terjangkit dimatikan saja agar isi kandang tidak terjangkit semua. Ada pihak yang menyebutkan penyakit ini tidake menjalan, namu kita tetap harus berhati-hati.
Pembersihan kandang dengan FreshAves sangat dianjurkan.

2. Kurus (merpati menjadi kurus): Burung kurus dan terlihat sakit. Umum ya disertai mencret. Kurus memang bukan penyakit tetapi menunjukkan adanya gejala penyakit. Bantuan bisa diberikan dengan mengosongkan tembolok kemudian diberi cairan susu hangat dan roti selama perawatan.

3. Mencret/Diare: Biasanya disebabkan makanan yang tidak baik/rusak. Penyakit akan hilang jika penyebabnya sudah diketahui dan dihilangkan. Cara penyembuhan terbaik dengan memberikan jagung dan butir biji-bijian kecil (jewawut, millet, dsb) sampai burung sembuh. Dapat juga burung diberi minyak kastroli atau garam epson sebagai sarana pencahan (urus-urus) untuk membersihkan sistem pencernaan.

4. Pilek: Penyebabnya sama dengan penyebab pilek pada manusia. Intinya, perlu menjaga burung agar berdaya tahan tinggi terhadap serangan penyakit. Salah satu cara yang disarankan adalah pemberian BirdVit pada minumannya. BirdVit yang mengandung multivitamin dan mineral ini bisa diberikan secara rutin setiap hari.

Jika burung pilek, jaga kehangatan tubuhnya. Minyak kastroli sebagai pencahar juga bisa diberikan untuk membersihkan pencernaan. Anda juga bisa menggunakan obat-obatan yang mengandung sulfa atau antibiotika yang ada di pasaran khusus untuk burung/unggas. Umumnya pilek akan hilang dengan sendirinya kalau burung diberi penghangat dan dihindarkan dari hembusan angin.

5. Pnemonia: kalau leher burung menjadi bengkak dan burung mengalami kesukaran bernafas, serta tampak demam dan sakit maka ada kemungkinan terserang penemonia. Usahakan burung agar hangat dan jauhkan dari angin. Pengobatan bisa dilakukan dengan pemberian sulfa atau antibiotik.

6. Parathypus: Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dan merupakan penyakit paling serius bagi merpati. Serangan bisa menyebabkan kematian dari 80% burung di kandang.

Gejalanya bisa berbeda-beda antar burung. Persendian (umumnya di sayap) dan kaki merupakan tempat-tempat yang mudah bengkak dan akan terisi oleh cairan. Merpati yang pincang atau lumpuh merupakan tanda adanya parathypus. Pada serangan hebat, kematian akan datang tanpa tanda pembengkaan. Boleh jadi pembengkaan pada sayap karena penggumpalan darah akibat cedera, tetapi jika pembengkaan terjadi pada beberapa burung sekaligus, pantas diduga mereka terkena serangan parathypus.
Pengobatan memang bisa dilakukan namun pengalaman menunjukkan bahwa membunuh burung-burung yangt sakit merupakan cara terbaik agar penyakit tidak berjangkit lagi atau terjadi penularan.

Penyakit ini menyebar dengan berbagai cara dan yang tercepat adalah melalui kotoran dan air minum. Lalat, burung-burung liar dan tikus merupakan binatang yang dapat menyebarkan penyakit ini. Jika terjadi serangan, selain saran terbaik untuk merpati dimusnahkan, maka bisa dilakukan pengobatan massal dengan antibiotik, sulfa (sulfamerazine, sulfamethazine).

7. Coccidiosis: Penyebab protozoa dan menyebabkan peradangan pada intestin (usus). Protozoa ini sebenarnya sudah tinggal di dalam tubuh burung, namun akan menyerang jika daya tahan tubuh burung melemah.
Burung yang terkena coccidiosis mengalami mencret hebat, cepat menjadi kurus, dan tampak pucat kekurangan darah. Sering ada gumpalan kotoran di pantat burung. Penularan penyakit ini adalah melalui burung lain yang makan protozoa coccidia yang tercampur pakan. Lakukan pencegahan dengan selalu menjaga kebersihan kandang dan lakukan penyemprotan dengan BirdFresh secara periodik merupakan langkah terbaik. Untuk pengobatan, Anda bisa mendapatkan obat untuk ini di pasaran.

8. Cacar: Cacar ini disebabkan oleh virus dan bisa membuat merpati cacat atau menemui kematian. Gejalanya tampak sebagai kulit yang mengembang dan muncul pada daerah yang tidak ditumbuhi bulu. Ada dua macam cacar yakni cacar leher dan cacar kulit. Cacar leher atau diphteria ditemukan hanya dileher dan memiliki angka kematian yang besar. Pada cacar kulit, kita akan melihat ada semacam petumbuhan kutil yang dapat begitu besar sehingga daerah mata atau kaki dipenuhi seluruhnya. cacar kulit jarang mematikan untuk burung dengan daya tahan tubuh kuat.

Virus cacar ini antara lain dibawa oleh nyamuk dan hanya dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka. Tidak ada pengobatan yang efektif untuk cacar ini, tetapi bisa dilakukan vaksinasi cacar deengan vaksin cacar manusia (penggunan perlu petunjuk dokter hewan).

Demikian uraian mengenai penyakit burung merpati. Dan kalau kita amati secara keseluruhan, maka penyakit burung merpati sangat ditentukan oleh kebersihan lingkungan dan daya tahan tubuh burung merpati itu sendiri. Sekali lagi sekadar menyarankan, gunakan FreshAves untuk pembasmian parasit dan BirdVit sebagai penyuplai makanan bervitamin dan bermineral tinggi.

http://agroburung.com/2010/01/penyakit-burung-merpati-dan-penanganannya/

create a racing pigeon height

Steps to create a racing pigeon height /
quality and can be a winner and steal the
trophy and certificate of eligibility as
a champion will require knowledge,
tenacity, and operational costs are no less
important is patience and carefulness and
a deep love of racing pigeons that altitude
it self, because with love there is
a harmonious relationship between altitude
and racing pigeon owners

Penyakit burung merpati dan penanganannya

Burung merpati termasuk burung yang memiliki daya tahan tinggi terhadap penyakit. Namun hal itu jangan membuat kita terlena. Sebab, kita tidak perlu lagi khawatir jika kita memang sudah:

1. Menyediakan tempat teduh untuk merpati (pagupon/gupon-Jawa) yang kering, terang, ventilasi baik dan burung dapat pergi menghindari hembusan angin dari satu arah (graught).
2. Menyediakan tempat tinggal/berteduh yang tetap bersih.
3. Memberi makanan yang bermutu, bersih, bergisi seimbang.
4. Memberikan grit yang cukup dan seimbang mutunya.
5. Memberi air bersih yang terpisah dari air yang biasa untuk memandikan.

Penyakit umum merpati biasanya disebabkan oleh binatang kecil pengganggu yang menyebabkan burung terkena infeksi, atau juga virus atau bakteri atau infeksi yang disebabkannya.

Binatang pengganggu merpati umumnya adalah:

1. Kutu: Kutu merpati cukup besar untuk dilihat dengan mata telanjang. Berbeda dengan kutu burung kicauan, kutu pada merpati tidak menghisap darah tetapi hidup dengan memakan bulu dan sisik kulit merpati. Kehadirannya akan mengganggu jika cukup banyak (dan biasanya tidak kita sadari). Pada suhu udara panas, perkembangannya sangat cepat.
Untuk menjaga merpati bebas kutu seperti ini, gunakan saja FreshAves, obat anti parasit yang tidak berbahaya untuk merpati (tidak membuat keracunan).
Selain bisa digunakan untuk menyemprot burung, FreshAves juga perlu untuk membasmi semua parasit di lingkungan tempat tinggal merpati.

2. Tungau Merah: Tungau ini sama dengan tungau ayam. Berbeda dengan kutu, tungau ini sulit ditangani bila jumlahnya sudah banyak di badan burung. Burung ini hidup di celaj-celah kandang atau kotak sarang, dan keluar di malam hari hanya untuk mencari makan. Untuk mengatasinya, perlu dilakukan penyemrpotan kandang dan lingkungan merpati dengan FreshAves, baik secara disemprotkan maupun dengan ditabur di dasar sarang.

3. Lalat merpati: Lalat yang pernah ditemukan di AS bagian selatan ini lebih kecil ketimbang lalat yang biasa berkeliaran di rumah-rumah. Bukan hanya pengganggu, lalat ini juga membawa bibit penyakit. Dia suka bersembunyi di di antara bulu-bulu burung. Telur dan larva lalat ini ditempatkan di tepi sarang dan umumnya dipilih sarang yang masih ada anakannya. Penanganan atas lalat ini bisa kita gunakan pula FreshAves untuk disemprotkan di lingkungan merpati dan ditaburkan di dasar sarang.

Penyakit lain:
1. Kanker: Penyakit ini disebabkan protozoa dan umum ditemukan di merpati. Kebanyakan menjangkiti anak burung yang masih dalam sarang, meski juga banyak menyerang merpati dewasa.

Gejalanya, terdapat luka di mulut atau leher yang diliputi cairan kental putih kekuningan. Luka akan membesar dan akan menyebabkan kematian merpati.

Ada beberapa cara penyembuhan yang tergolong efektif sperti disampaikan Arie Soeseno dalam Memelihara dan Beternak Burung Merpati, yakni dengan menyapu luka dengan larutan yang terdiri dari 3 bagian glycerin dan 1 bagian jodium/iodine. Meski penyakit ini dapat diobati, tetapi jika tidak begitu berharga maka sebaiknya burung yang terjangkit dimatikan saja agar isi kandang tidak terjangkit semua. Ada pihak yang menyebutkan penyakit ini tidake menjalan, namu kita tetap harus berhati-hati.
Pembersihan kandang dengan FreshAves sangat dianjurkan.

2. Kurus (merpati menjadi kurus): Burung kurus dan terlihat sakit. Umum ya disertai mencret. Kurus memang bukan penyakit tetapi menunjukkan adanya gejala penyakit. Bantuan bisa diberikan dengan mengosongkan tembolok kemudian diberi cairan susu hangat dan roti selama perawatan.

3. Mencret/Diare: Biasanya disebabkan makanan yang tidak baik/rusak. Penyakit akan hilang jika penyebabnya sudah diketahui dan dihilangkan. Cara penyembuhan terbaik dengan memberikan jagung dan butir biji-bijian kecil (jewawut, millet, dsb) sampai burung sembuh. Dapat juga burung diberi minyak kastroli atau garam epson sebagai sarana pencahan (urus-urus) untuk membersihkan sistem pencernaan.

4. Pilek: Penyebabnya sama dengan penyebab pilek pada manusia. Intinya, perlu menjaga burung agar berdaya tahan tinggi terhadap serangan penyakit. Salah satu cara yang disarankan adalah pemberian BirdVit pada minumannya. BirdVit yang mengandung multivitamin dan mineral ini bisa diberikan secara rutin setiap hari.

Jika burung pilek, jaga kehangatan tubuhnya. Minyak kastroli sebagai pencahar juga bisa diberikan untuk membersihkan pencernaan. Anda juga bisa menggunakan obat-obatan yang mengandung sulfa atau antibiotika yang ada di pasaran khusus untuk burung/unggas. Umumnya pilek akan hilang dengan sendirinya kalau burung diberi penghangat dan dihindarkan dari hembusan angin.

5. Pnemonia: kalau leher burung menjadi bengkak dan burung mengalami kesukaran bernafas, serta tampak demam dan sakit maka ada kemungkinan terserang penemonia. Usahakan burung agar hangat dan jauhkan dari angin. Pengobatan bisa dilakukan dengan pemberian sulfa atau antibiotik.

6. Parathypus: Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dan merupakan penyakit paling serius bagi merpati. Serangan bisa menyebabkan kematian dari 80% burung di kandang.

Gejalanya bisa berbeda-beda antar burung. Persendian (umumnya di sayap) dan kaki merupakan tempat-tempat yang mudah bengkak dan akan terisi oleh cairan. Merpati yang pincang atau lumpuh merupakan tanda adanya parathypus. Pada serangan hebat, kematian akan datang tanpa tanda pembengkaan. Boleh jadi pembengkaan pada sayap karena penggumpalan darah akibat cedera, tetapi jika pembengkaan terjadi pada beberapa burung sekaligus, pantas diduga mereka terkena serangan parathypus.
Pengobatan memang bisa dilakukan namun pengalaman menunjukkan bahwa membunuh burung-burung yangt sakit merupakan cara terbaik agar penyakit tidak berjangkit lagi atau terjadi penularan.

Penyakit ini menyebar dengan berbagai cara dan yang tercepat adalah melalui kotoran dan air minum. Lalat, burung-burung liar dan tikus merupakan binatang yang dapat menyebarkan penyakit ini. Jika terjadi serangan, selain saran terbaik untuk merpati dimusnahkan, maka bisa dilakukan pengobatan massal dengan antibiotik, sulfa (sulfamerazine, sulfamethazine).

7. Coccidiosis: Penyebab protozoa dan menyebabkan peradangan pada intestin (usus). Protozoa ini sebenarnya sudah tinggal di dalam tubuh burung, namun akan menyerang jika daya tahan tubuh burung melemah.
Burung yang terkena coccidiosis mengalami mencret hebat, cepat menjadi kurus, dan tampak pucat kekurangan darah. Sering ada gumpalan kotoran di pantat burung. Penularan penyakit ini adalah melalui burung lain yang makan protozoa coccidia yang tercampur pakan. Lakukan pencegahan dengan selalu menjaga kebersihan kandang dan lakukan penyemprotan dengan BirdFresh secara periodik merupakan langkah terbaik. Untuk pengobatan, Anda bisa mendapatkan obat untuk ini di pasaran.

8. Cacar: Cacar ini disebabkan oleh virus dan bisa membuat merpati cacat atau menemui kematian. Gejalanya tampak sebagai kulit yang mengembang dan muncul pada daerah yang tidak ditumbuhi bulu. Ada dua macam cacar yakni cacar leher dan cacar kulit. Cacar leher atau diphteria ditemukan hanya dileher dan memiliki angka kematian yang besar. Pada cacar kulit, kita akan melihat ada semacam petumbuhan kutil yang dapat begitu besar sehingga daerah mata atau kaki dipenuhi seluruhnya. cacar kulit jarang mematikan untuk burung dengan daya tahan tubuh kuat.

Virus cacar ini antara lain dibawa oleh nyamuk dan hanya dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka. Tidak ada pengobatan yang efektif untuk cacar ini, tetapi bisa dilakukan vaksinasi cacar deengan vaksin cacar manusia (penggunan perlu petunjuk dokter hewan).

Demikian uraian mengenai penyakit burung merpati. Dan kalau kita amati secara keseluruhan, maka penyakit burung merpati sangat ditentukan oleh kebersihan lingkungan dan daya tahan tubuh burung merpati itu sendiri

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3133515

Pigeons Detect Magnetic Fields

Pigeons Detect Magnetic Fields
Nose Knows North (and South, West and East)
December 1, 2004

Homing pigeons (Columba livia) can find their way home with ease. Scientists have debated how pigeons accomplish this feat. Some researchers have suggested that pigeons smell their way back home. New research shows that pigeons can detect magnetic fields that may aid their travels.

Dr. Cordula Mora and her colleagues at the University of Auckland (New Zealand) taught pigeons to detect the presence or absence of a magnetic field. The researchers trained to pigeons to walk to one end of a wooden tunnel when a magnetic field was turned on and to walk to the opposite end of the tunnel when the magnetic field was turned off. If the birds walked to the correct side of the tunnel, they received a food reward.

After the pigeons were trained successfully, the researchers performed three experiments:

1. Small magnets were attached to the beaks of the birds.
Results: The pigeons could not detect when the magnetic field was on or off.
Conclusion: Pigeons use their magnetic sense to navigate.

2. The olfactory cavity was anesthetized.
Results: The pigeons could not detect when the magnetic field was on or off.
Conclusion The location of the receptors for the magnetic sense is in the
beak, not the eye.

3. The trigeminal nerve or the olfactory nerve was cut.
Results: When the olfactory nerve was cut, the birds could still detect
magnetic fields.
When the trigeminal nerve was cut, the birds could not detect magnetic fields.
Conclusion: The olfactory nerve, which carries information about smell, is
not necessary for the detection of magnetic fields. The trigeminal nerve is
required for the detection of magnetic fields.


These results are in line with the theory that bird beaks contain small magnetic particles called magnetite. Using magnetite, the birds are able to sense the Earth's magnetic fields that provide information about location. Turtles and rainbow trout may use similar magnetic detection systems.

Apakah Burung Merpati Bisa Mendengar ?

Ketika saya menjelaskan tentang sistem indera pada burung, ada satu pertanyaan yang muncul dari siswa. “Apakah burung bisa mendengar? Karena orang yang menerbangkan burung merpati seringkali memanggil burungnya dengan bertepuk tangan.

Burung merpati memiliki kemampuan mendengar frekwensi infrasonik (di bawah 20 Hz) (1).
Pada Frekwensi ini tidak memungkinkan manusia mendengarnya, sehingga teriakan maupun tepukkan tangan tidak akan mempengaruhi burung merpati untuk mendekati kita. Kemampuan pendengaran burung ini pula yang telah menyelamatkan mereka dari musibah tsunami yang menerjang pantai-pantai di negara-negara yang berbatasan dengan samudera India (2). mereka bisa membaca tanda-tanda alam melalui vibrasi atau melalui kebisingan udara yang dihasilkan oleh sesuatu yang sangat besar pada saat manusia tidak mampu menangkapnya.

Kemudian bagaimana burung merpati bisa kembali ke tempat asalnya? Menurut hasil penelitian Cordula Mora, pakar biologi di Universitas North Carolina di Chapel Hill bahwa burung merpati dapat kembali ke tempat asalnya karena mereka memiliki semacam kompas yang memandu arah terbangnya menggunakan medan magnet yang melingkupi bumi (3). Berkat hal inilah merpati dapat kembali pada pemiliknya dengan tentu saja harus dilatih terlebih dahulu.

Rujukan:

(1) http://organisasi.org/ambang-batas-pendengaran-manusia-infrasonik-dan-ultrasonik-pada-frekuensi-gelombang-bunyi-pelajaran-sekolah-ipa-fisika

(2) http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=182873&kat_id=7&kat_id1=&kat_id2=

(3) http://www.harunyahya.com/indo/artikel/075.htm

Kamis, 29 Oktober 2009

Balap merpati, adu gengsi di antara penghobi

komunitas hobi yang banyak sekali. Tak terkecuali dengan hobi burung merpati. Meski ada merpati yang dipelihara sebagai hewan hiasan, tetapi kebanyakan merpati di diperlihara sebagai merpati aduan. Adu merpati biasanya memang secara umum dibedakan menjadi dua: balap (dasaran) dan tinggian "adu merpati memang sekadar permainan “adu gengsi” sesama teman.

Adu merpati tinggian ini dibedakan menjadi beberapa jenis seperti tomprangan, kentong dan kolong, dengan nama yang bisa jadi berbeda untuk satu daerah dengan daerah lainnya. Melatih merpati tinggian, mempunyai tujuan sesuai dengan kriteria yang diperlukan merpati adu tinggian, antara lain:

* 1. Burung mau dan pasti tebang tinggi sekali dan sampai di rumah tetap tinggi.
* 2. Mempunyai track cepat (burung terbang dengan kecepatan yang tinggi). Merpati
yang mampu terbang dengan ketinggian yang maksimal, biasanya kecepatan burung
kurang, dan track burung saat pulang kerumah agak lambat. Oleh karena itu,
merpati perlu dilatih
* agar mempunyai track cepat.
* 3. Mempunyai mata yang tajam, sehingga saat si jongki mulai mengepakkan
pasangannya, merpati yang dilatih mampu mengenali pasanggannya dengan baik.
* 4. Burung lengket dengan pasangannya ( giring atau templek dengan keras).
* 5. Burung memiliki keberanian menukik tanpa harus berputar putar atau istilahnya
“sekali jadi”.
* 6. Saat burung menukik gerakan burung tenang (tidak goyang), tembak lurus seperti
panah. Burung yang menukik dengan tenang akan memiliki kecepatan yang maksimal
dengan “setut” yang sangat kencang.
* 7. Ketika sampai di lapak burung turun dengan pas, tidak keluar dari lapaknya dan
turun di pasangannya.
* 8. Ketika turun burung juga dilatih tidak terlalu keras karena akan menyebabkan
cacat saat menghantam lapak.
* 9. Memiliki jiwa yang “methilan” (atau mampu meninggalkan lawan saat turun dari
awan). Saat ini sulit sekali burung yang mampu terbang dengan ketinggian
maksimal, kecepatan tinggi dan punya jiwa “methilan”.
* 10. Burung memiliki stamina yang bagus.

Mengenai Saya

Foto Saya
Name me a fan ankillejatongpigeon racing pigeon breeders and height kolongan I played altitude racing pigeons since I was little, my grandfather taught about many things including love saying the pigeons, and I love it, I live in Indonesia country, where the location of adjacent and both doors and the neighboring countries of Indonesia's capital